Rabu, 19 November 2014

Renungan Kematian

SETIAP YANG BERNYAWA PASTI MATI, SUDAH SIAPKAH KITA?????

 

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan .....” QS An Nisa: 78

 

 Sesungguhnya kita milik-Nya dan pasti akan kembali kepada-Nya. Sebuah hal yang pasti terjadi pada manusia yaitu KEMATIAN. Kita tidak pernah tahu kapan kita mati. Kita tidak tahu kapan malaikat maut menjemput. Tapi yang kita tahu bahwa hal itu PASTIi terjadi. Dan  yang mesti kita lakukan adalah selalu melakukan hal yang terbaik. Memanfaatkan waktu yang telah diberikan Allah dengan hal-hal yang bermanfaat. Agar tidak hanya terbuang sia-sia. Karena kita bener-benar tidak tahu batas waktu yang telah diberikan Allah pada kita.

 

Coba kita lihat kebelakang, apakah selama ini kita telah memanfaatkan waktu dengan baik? Apakah sholat kita sudah tepat waktu? Apakah sudah banyak waktu yang kita gunakan untuk membaca al quran? Apakah sudah sering kita lafadzkan dzikr? Apakah sudah sering kita manfaatkan untuk sholat malam? Apakah sudah kita manfaatkan untuk saling bersilaturahmi? Apakah sudah kita manfaatkan untuk membantu orag lain? Dana masih banyak pertanyaan2 yang mungkin jawabannya adalah masih sangat sedikit waktu yang telah kita gunakan untuk mendekatkan diri pada Allah

 

Astagfirllahaladzim, Astagfirllahaladzim, Astagfirllahaladzim

 

“Robbana dholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin “ 

 

Artinya : Ya Allah , kami telah mendholimi pada diri kami sendiri, jika tidak engkau ampuni kami dan merahmati kami tentulah kami menjadi orang yang rugi.

 

Demi Allah kita tidak pernah tahu waktu itu akan berakhir. Mungkin saat ini, mungkin setelah ini, mungkin nanti malam, atau lusa, sungguh kita tidak pernah tahu

 

Apakah kita sudah siap....?????? Sungguh besar dosa –dosa yang telah kita lakukan , bahkan kita tidak pernah berfikir atau mungkin hanya dalam angan untuk bertaubat , tapi pembuktian mungkin masih 0,000001 persen , yang ada dipikiran kita hanyalah dunia, dunia dan dunia, dunia memang penting kawan, tetapi sukses dunia akhirat jauh lebih menyenangkan bukan????

Bukan Sekedar Mengasah Ilmu, Tapi Juga Mengasah Hati

Catatan Koass Forensik


"Forensik", apa yang ada dalam benak kita jika mendengar kata tersebut?

1. kata yang sering kita dengar jika melihat berita-berita kriminal

2. laboratorium yang tidak banyak "tekanan" sehingga disukai para koass

3. Berhubungan dengan jenazah, penggalian kubur???

4. Kamar jenazah


Iya semua itu berhubungan dengan laboratorium forensik. Forensik memiliki nama lengkap Ilmu Kedokteran Forensik.Biasanya seorang koass menjalani rotasi klinik selama 4 minggu atau 28 hari.  Pertanyaannya mengapa dokter harus belajar ilmu forensik?

 

Sebelum menjawab pertanyaan di atas maka kita perlu mengenal tentang forensik terlebih dahulu.

Forensik adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari ilmu yang dapat digunakan untuk membantu proses peradilan atau menegakkan keadilan. 

Hal ini meliputi pemeriksaan benda benda dan bukti tindak pidana khususnya yang berkaiatan dengan korban manusia: korban hidup, korban mati dan sisa bagian tubuh.Jadi forensik ini berperan dalam bidang hukum dan medis.


lalu mengapa dokter harus belajar forensik? 

seperti yang kita tahu bahwa selain memberikan pelayanan kesehatan dokter juga berperan sebagai pelayanan masyarakat dalam bidang hukum. Ilmu Kedokteran Forensik ini diberikan atas dasar kebutuhan, tidak hanya berperan dalam pelayanan kesehatan tapi juga pelayanan hukum. Oleh karena itu dokter perlu dibekali Ilmu Kedokteran Forensik.

 

Ilmu Kedokteran Forensik ini diperlukan untuk menegakkan kebenaran atau kepastian hukum dengan melakukan analisa ilmiah pada kejahatan yang menyangkut manusia. Dalam kasus ini  IKF membantu lebih banyak saksi diam. 

 

Saksi diam meliputi : 

a. Tubuh manusia yang mengalami kekerasan

b. alat atau senjata yang dipakai melakukan kekerasan atau kejahatan

c. Jejas atau bekas yang ditinggalkan oleh pelaku

d. Benda benda yang terbawa pelaku

Saksi diam yang diungkapkan oleh Ilmu Kedokteran dapat menjadi saksi yang sesungguhnya sesungguhnya setelah diungkap oleh IKF.

 

Sumbangan bidang kedokteran dalam proses peradilan

1. Sumbangan wajib : yang diminta pasal-pasal hukum

2. Sumbangan sukarela : yang kita tambahkan, mungkin berkaitan dengan misal bayi mati, ingin tahu apakah bayi ini lahir mati atau begitu lahir langsung dibunuh, berapa lama hidupnya, ini sumbangan wajib, sumbangan sukarela kita tambahkan kemungkinan viabilitas hidup diluar kandungan

Seorang dokter muda atau koass memiliki beberapa kompetensi harus dicapai di laboratorium ini.

 

Umum:

1. Memahami bahwa disamping tugas pokok dalam pelayanan kesehatan, maka seorang dokter mempunyai tugas dalam membantu proses peradilan.

2. Memahami tugas-tugas pokok Kedokteran Forensik dalam membantu proses peradilan

3. Mampu melaksanakan tugas-tugas pokok Kedokteran Forensik dalam rangka membantu proses peradilan sesuai dengan kaidah yang ada

4.Mampu memberikan penjelasan pada masyarakat dan pejabat pejabat instansi terkait tentang tugas-tugas pokok kedokteran forensik

 

Khusus :

1. Ketrampilan komunikasi : mampu menjelaskan kepentingan pemeriksaan forensik terutam otopsi pada keluarag sehingga mendapat persetujuan dari keluarga

2.  Ketrampilan khusus : mampu mebuat visum et repertum yang baik dan benar, mengetahui syarat syarat dan mampu menyiapakn perlengakapan perlatan sebelum melakukan otopsi. Dapat melakukan otopsi sesuai dengan teknik yang benar dengan prosedur standart dibawah bimbingan dosen pembimbing

3. Kemampuan akademik : mampu mengidentifikasi masalah atau kejadian kriminal

 

Selain belajar ilmu, di lab ini kita juga belajar mengasah hati, mengingat "kematian"

Mungkin setiap hari kita akan melihat jenazah. Jenazah seseorang yang mungkin tadi pagi mereka masih sempat sarapan, masih melakukan aktivitas yang sama dengan kita.Tapi sekarang mereka telah terbujur kaku, dengan mata yang terpejam, dengan beberapa lebam mayat, dengan simbahan darah (jika meninggal karena trauma). Kita tidak pernah tahu kapan kematian akan menjemput.api


Mungkin jika sebelumnya koass (terutama saya) sudah menganggap kematian adalah hal yang biasa, dan hal yang sangat wajar, tidak ada rasa sedikitpun yang mnggetarkan bahwa kematian itu dekat, tapi di lab ini perasaan itu sangat terasa, kita bisa menjemput kematian dengan cara apapun dan kapanpun.



Selasa, 18 November 2014

Bahagia itu.....

Bahagia itu sederhana, ada pada setiap hati hamba-Nya yang bersyukur

Sering kita mencari kebahagiaan, sungguh bahagia dekat, asal kita mau bersyukur atas setiap nikmat yang Allah berikan


Nikmat itu bukan hanya duit banyak, makan enak, tapi nikmat itu juga dapat berupa nikmat sehat, yang sering terlupakan begitu saja


Bisa melihat kebesaran Allah, bisa melihat birunya air, bisa melihat indahnya rembulan, bisa melihat hijaunnya sawah, sungguh betapa luar biasanya nikmat berupa mata yang sehat


Bisa mendengarkan kicauan burung, bisa mendengarakan coleteh anak kecil, bisa mendengarkan adzan dan lantunan suci ayat alqur'an sungguh betapa besar nikmat memiliki telinga yang sehat


Bisa bernafas dengan gratis tanpa harus membayar tabung tabung oksigen sungguh betapa indah nikmat sehat itu


Memang sebagai hamba kita sering kurang bersyukur
Selalu kurang kurang dan kurang....
Sering melupakan nikmat kecil yang sesungguhnya kita renungkan betapa besar nikmat itu......

 

Sungguh bahagia itu dekat, asal kita "BERSYUKUR"

 

 "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. 14:7)

 

Mari belajar menjadi hamba yang pandai bersyukur...

 

 

 

 


Kamis, 13 November 2014

Coretan Koass Radiologi

EKSPERTISE FOTO X-RAY

                Stase di laboratorium Radiologi memberikan manfaat yang besar untuk para koass. Di laboratorium ini kemampuan kita dalam membaca X-Ray di asah dan diuji agar nantinya jika sudah menjadi dokter kita bisa membaca foto X-Ray. Sesuai dengan SKDI, kemampuan yang diharapkan di laboratorium ini adalah dapat membaca Foto Polos X-Ray dan Foto IVU.

                Ekspertise??? apa itu ekspertise? (kok kayak keren gitu ya!!!) pas awal awal masuk lab ini, saya juga sedikit heran dan "takut" untuk membuat "ekspertise" dari foto XRay. Jadi ekspertise adalah gambaran deskripsi dari foto di radiologi. Setiap bagian atau regio yang di foto memiliki deskripsi yang berbeda.

                Berikut ini adalah contoh-contoh ekspertise dari beberapa foto XRay dan IVU: (mohon maaf kalo tidak menyertakan foto XRay-nya, hanya berupa deskripsi singkat)


FOTO THORAKS PA/AP


Deskripsi :

1.       Soft tissue      : Edema, emfisma subkutis

2.       Bone   : Normal, Tidak terdapat fraktur, tidak ada osteoblastik 

                          maupun osteolitik

3.       Trakea           : Normal, ditengah

4.       Sinus costophrenicus : D/S tajam

5.       Hemidiafragma : D/S dome shape

6.       Jantung                                :

                                           i.      Site         : normal

                                          ii.      Size        : normal

                                          iii.      Shape    : normal

7.       Aorta     : elongasi, dilatasi, sklerotik

8.       Pulmo :

                                    i.      Bronkovasukler patern  : normal, meningkat

                                   ii.      Fibroinfiltrat, fibrosis

                                   iii.    Cavitas, single, multiple, dinding tebal, batas tegas, 

                                           ukuran berapa di lapang paru  atas tengah

                                  iv.     Perselubungan atau konsolidasi homogen 

                                          di lapang paru   atas  tengah, atau bawah

                                  v.      Pleura : swarte

                                  vi.      Hilus : prominen, tampak kalsifikasi,

Kesimpulan :


FOTO POLOS ABDOMEN

AP/Lateral/LLD/Setengah duduk

Deskripsi

1.       Pre peritoneal fat line    : Normal, Kabur

2.       Psoas Line                           : Normal

3.       Kontur Hepar                     : Normal

4.       Kontur Ginjal                      : Site, size, shape

5.       Kontur  Lien                        : Normal              

6.       Distribusi udara usus : normal, Meningkat di colon desenden, 

                tidak tampak gambaran herring bone, tidak tampak step ledder sign.

7.       Udara bebas      : tampak udara bebas di subdiafragma

8.       Cairan bebas      : tidak tampak cairan bebas

9.   Tulang            : Normal, tidak tampak osteofit, osteolitik                                   

                                       maupun osteoblastik, trebkulasi normal

10.   Kalsifikasi : tidak tampak gambaran batu sepanjang traktur urinarius 

 Kesimpulan :


INTRAVENOUS URETEROGRAPHY (IVU)

Foto BNO :

a.    Preperitoneal fat line     : Normal

b.    Psoas Line

c.     Kontur hepar

d.    Kontur Lien

e.    Distribusi udara usus

f.     Cairan bebas

g.    Udara bebas

h.    Kalsifikasi

i.      Tulang


Foto IVU

1.       Kontras non ionik water soluble diinjeksi secara intravena, alergi kontras tidak ada

2.       Sekresi, drainage dan ekskresi fungsi ginjal normal (terlihat pada menit ke-5)

3.       Nefrogram : D/S shape, size, site normal

4.       Pelvicocalyceal sistem    : D/S normal. Cupping on end of calyc

                        a.       Hidronefrosis derajat 1 : cupping atau tumpul

                        b.      Hidronefrosis derajat 2  : flattening atau mendatar

                        c.       Hidronefrosis derajat 3  : clubbing atau menonjol

                        d.      Hidronefrosis derajat 4  : balloning, menggembung

5.       Ureter D/S                 : shape, site, size

6.       Vesika Urinaria         : Shape normal, mucosa reguler/ ireguler, 

                additional shadow,  filling deffect, indentasi,

7.       Post Mikturisi           :  Residu urin normal

 Kesimpulan      : Anatomi dan fungsi dari kedua ginjal normal, 

                      tidak tampak gambaran batu radioopak pada sistem traktus urinarius


FOTO SKULLAP/LATERAL


1.       Soft tissue

2.       Calvaria

a.       Tabula eksterna

b.      Diploe

c.       Tabula Interna

3.       Vascular groove

4.       Sella Tursica

5.       Sutura

6.       Sinus Paranasal

7.       Fascial Bone

8.       Impresio Digitatum

9.       Mastoid


FOTO CERVICAL DAN LUMBAL


1.       Aligment

2.       Bone

a.       Processus spinosus

b.      Pedicel

c.       Corpus vertebra

d.      Curve

3.       Celah sendi : Intervertabae disk

4.       Soft Tisue : normal

Kesimpulan :


FOTO WATERS

Indikasi : sinusitis, rinitis, pilek berbau, sering bersin-bersin, trauma fasial, tumor fasial,

Kontraindikasi : tidak ada

Deskripsi :

1.       Sinus frontalis D/S

2.       Sinus Ethmoidalis D/S

3.       Sinus Maksilaris D/S

4.       Sinus Sphenoidalis D?s

5.       Septum Nasi

6.       Cavum Nasi

7.       Tulang Facial

Kesimpulan


FOTO SCHULLERS

Indikasi : Mastoidistis akut, Mastoiditis Kronis

Deskripsi :

1.       Air Cell Mastoid : tampak jelas, atau tidak tampak atau                        tampak perselubungan

2.       Skleroting Periantal Triangle D/S : tidak tampak

3.       Kolesteatoma : tidak tampak

4.       Meatus Acusticus Eksternua : normal

5.       Temporo Mandibular Join : Normal

 

Kesimpulan :