Dalam pidatonya Bung Karno
pernah mengatakan “Berikan aku sepuluh
orang pemuda maka aku akan merubah dunia”,
tapi bagaimana jika kalimat tersebut kita ubah menjadi “Berikan
aku sepuluh orang wanita maka aku akan
merubah dunia” . Kalau kita renungkan baik-baik kalimat tersebut dapat memberikan
motivasi yang luar biasa bagi kita kaum wanita.
Ya,
dilahirkan sebagai seorang wanita adalah
sebuah anugerah yang tak ternilai. Betapa tidak, perempuan adalah sosok yang
memiliki peran luar biasa dalam banyak bidang. Sebagai seorang istri dan ibu,
wanita memiliki banyak peran sehingga banyak
yang bisa dilakukan oleh wanita, termasuk menentukan masa depan suatu bangsa.
Dahulu R.A Kartini memulai
usahanya dalam membangun bangsa ini dengan memperjuangkan kemerdekaan
pendidikan bagi kaum wanita, kita pun seharusnya berani berfikir dan beraksi , jangan
hanya selalu menuntut ini dan itu, tetapi seharusnya berpikir bagaimana
mengaplikasikan pendidikan yang telah
kita dapat selama ini dalam kehidupan
nyata . Kemerdekaan pendidikan bagi kaum wanita yang telah diperjuangkan RA
kartini tidak akan pernah ada artinya jika ilmu yang telah kita dapat selama ini tidak
dapat berkontribusi dalam kemajuan bangsa.
Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah
menjadi seorang ibu yang luar biasa. Yang dari rahimnya lah muncul
generasi penerus yang berkualitas.
Menjadi ibu yang luar
biasa bukanlah hal yang mudah meskipun kelihatannya sepele. Tetapi Tuhan telah
mempercayakannya kepada seorang hambanya yang bernama wanita . Banyak tantangan
dan rintangan yang harus dihadapi. Apalagi di era globalisasi seperti ini. Dimana
‘virus-virus’ yang bisa meng’infeksi’
pikiran generasi muda tengah mewabah. Virus yang memang diciptakan untuk
merusak para penerus bangsa. Virus yang membutukan antivirus yang kuat. Di
situlah kemampuan wanita untuk menangkalnya dipertaruhkan. Memastikan virus itu ‘pergi’ dan memunculkan
pikiran positif yang bisa membawa bangsa
ini ke arah yang lebih baik. Selain itu, menciptakan karakter generasi muda dengan
akhlak yang baik, menumbuhkan motivasi
untuk terus berprestasi , menumbuhkan rasa kebangsaan yang tinggi dan masih
banyak pekerjaan rumah lain yang masih menunggu.
Generasi yang berkualitas
muncul dari ibu yang berkualitas. Menjadi seorang ibu yang kreatif,inovatif dan
selalu update informasi dan teknologi adalah sebuah kunci
sukses mendapatkan generasi yang berkualitas. Apakah bisa pendidik yang tidak berkualitas menghasilkan
generasi yang berkualitas. Tentu hanya
omong kosong yang tidak ada buktinya . Jadi, Jangan pernah puas dan bosan dengan
ilmu yang telah kita dapatkan. Sebisa mungkin selalu mengupgrade kemampuan dengan maksimal agar kita tidak ketinggalan
jaman. Agar kita bisa menjadi panutan baik yang bisa dibanggakan bagi generasi
penerus kita.
Akan tetapi sekarang
ini, banyak wanita yang telah meninggalkan kodratnya sebagai seorang ibu.
Mereka disibukkan oleh “karir” yang telah banyak mengubah paradigma para wanita. Menurut
mereka, wanita modern adalah wanita yang memliki segudang kesibukan, memiliki
strata sosial dan telah melakuakan banyak hal di luar rumah.
Mungkin banyak cerita
klasik yang sering kita dengar. Anak mereka lebih senang dengan pembantu
daripada dengan ibunya sendiri. Anak mereka
lebih mendengarkan pembantu daripada ibunya. Anak mereka memliki
prestasi yang buruk. Anak mereka salah pergaulan, terjerat kasus narkoba dan
masih banyak segudang permaslahan yang sering kita dengar.
Seharusnya mereka berpikir,
mengapa hal itu bisa terjadi. Andaikan
kita mau merenung dan berpikir, mungkin uang dan harta yang telah kita berikan
kepada anak-anak kita tidak cukup menggati waktu yang telah hilang. Mereka
memang butuh itu, tapi mereka lebih butuh cinta dan kasih sayang kita. Sungguh betapa sangat disayangkan jika ternyata
kita hanya mendapatkan status sosial sebagai seorang wanita karir akan tetapi
karir kita yang sebenarnya telah hilang. Kita tidak tahu setiap perkembangan
anak kita, kita tidak tahu setiap kata-kata baru yang mulai diucapakn oleh anak
kita. Sungguh betapa kita mengorbankan hal yang besar untuk hal yang kecil.
Menjadi seorang wanita
karir memang penting, karena dari situ kita bisa menunjukkan eksistensi kita
sebagai seorang wanita. Akan tetapi jangan pernah lupakan kodrat bahwa kodrat
kita sebagai wanita adalah mendidik anak. Kartini memperjuangkan kemerdekaan
pendidikan bagi juga mempunyai niat lain. Dengan kemajuan pendidikan kaum wanita diharapkan bisa mememnculkan
berjuta-juta generasi emas berkualitas karena ibunya berkualitas. Jadi wahai
wanita, ambilah kesempatan emas ini, manfaatkan kerja keras kartini. Jangan
smapai terbuang percuma begitu saja. Buktikan bahwa wanita juga bisa
mempersembahkan yang terbaik untuk bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar