Kamis, 20 November 2014

Dari Wanita Untuk Bangsa



Dalam pidatonya Bung Karno pernah mengatakan “Berikan aku sepuluh orang pemuda maka aku akan merubah dunia”,  tapi bagaimana jika kalimat tersebut kita ubah menjadi   Berikan aku sepuluh orang wanita  maka aku akan merubah dunia” . Kalau kita renungkan baik-baik kalimat tersebut dapat memberikan motivasi yang luar biasa bagi kita kaum wanita.
Ya, dilahirkan sebagai seorang wanita  adalah sebuah anugerah yang tak ternilai. Betapa tidak, perempuan adalah sosok yang memiliki peran luar biasa dalam banyak bidang. Sebagai seorang istri dan ibu, wanita memiliki banyak peran sehingga  banyak yang bisa dilakukan oleh wanita, termasuk menentukan  masa depan suatu bangsa.  
Dahulu R.A Kartini memulai usahanya dalam membangun bangsa ini dengan memperjuangkan kemerdekaan pendidikan bagi kaum wanita, kita pun seharusnya berani berfikir dan beraksi , jangan hanya selalu menuntut ini dan itu, tetapi seharusnya berpikir bagaimana mengaplikasikan  pendidikan yang telah kita dapat  selama ini dalam kehidupan nyata . Kemerdekaan pendidikan bagi kaum wanita yang telah diperjuangkan RA kartini tidak akan pernah ada artinya   jika ilmu yang telah kita dapat selama  ini  tidak dapat  berkontribusi dalam kemajuan bangsa. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah  menjadi seorang ibu yang luar biasa. Yang dari rahimnya lah muncul generasi penerus yang berkualitas.
Menjadi ibu yang luar biasa bukanlah hal yang mudah meskipun kelihatannya sepele. Tetapi Tuhan telah mempercayakannya kepada seorang hambanya yang bernama wanita . Banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi. Apalagi di era globalisasi seperti ini. Dimana ‘virus-virus’ yang bisa  meng’infeksi’ pikiran generasi muda tengah mewabah. Virus yang memang diciptakan untuk merusak para penerus bangsa. Virus yang membutukan antivirus yang kuat. Di situlah kemampuan wanita untuk menangkalnya dipertaruhkan.  Memastikan virus itu ‘pergi’ dan memunculkan pikiran positif  yang bisa membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. Selain itu, menciptakan karakter generasi muda dengan  akhlak yang baik, menumbuhkan motivasi untuk terus berprestasi , menumbuhkan rasa kebangsaan yang tinggi dan masih banyak pekerjaan rumah lain yang masih menunggu.
Generasi yang berkualitas muncul dari ibu yang berkualitas. Menjadi seorang ibu yang kreatif,inovatif dan selalu update  informasi dan teknologi adalah sebuah kunci sukses mendapatkan generasi yang berkualitas. Apakah bisa  pendidik yang tidak berkualitas menghasilkan generasi yang berkualitas.   Tentu hanya omong kosong yang tidak ada buktinya . Jadi, Jangan pernah puas dan bosan dengan ilmu yang telah kita dapatkan. Sebisa mungkin selalu mengupgrade kemampuan dengan maksimal agar kita tidak ketinggalan jaman. Agar kita bisa menjadi panutan baik yang bisa dibanggakan bagi generasi penerus kita.
Akan tetapi sekarang ini, banyak wanita yang telah meninggalkan kodratnya sebagai seorang ibu. Mereka disibukkan oleh “karir” yang  telah banyak mengubah paradigma para wanita. Menurut mereka, wanita modern adalah wanita yang memliki segudang kesibukan, memiliki strata sosial dan telah melakuakan banyak hal di luar rumah.
Mungkin banyak cerita klasik yang sering kita dengar. Anak mereka lebih senang dengan pembantu daripada dengan ibunya sendiri. Anak mereka  lebih mendengarkan pembantu daripada ibunya. Anak mereka memliki prestasi yang buruk. Anak mereka salah pergaulan, terjerat kasus narkoba dan masih banyak segudang permaslahan yang sering kita dengar.
Seharusnya mereka berpikir, mengapa hal itu bisa terjadi.  Andaikan kita mau merenung dan berpikir, mungkin uang dan harta yang telah kita berikan kepada anak-anak kita tidak cukup menggati waktu yang telah hilang. Mereka memang butuh itu, tapi mereka lebih butuh cinta dan kasih sayang kita.  Sungguh betapa sangat disayangkan jika ternyata kita hanya mendapatkan status sosial sebagai seorang wanita karir akan tetapi karir kita yang sebenarnya telah hilang. Kita tidak tahu setiap perkembangan anak kita, kita tidak tahu setiap kata-kata baru yang mulai diucapakn oleh anak kita. Sungguh betapa kita mengorbankan hal yang besar untuk hal yang kecil.
Menjadi seorang wanita karir memang penting, karena dari situ kita bisa menunjukkan eksistensi kita sebagai seorang wanita. Akan tetapi jangan pernah lupakan kodrat bahwa kodrat kita sebagai wanita adalah mendidik anak. Kartini memperjuangkan kemerdekaan pendidikan bagi juga mempunyai niat lain. Dengan kemajuan pendidikan  kaum wanita diharapkan bisa mememnculkan berjuta-juta generasi emas berkualitas karena ibunya berkualitas. Jadi wahai wanita, ambilah kesempatan emas ini, manfaatkan kerja keras kartini. Jangan smapai terbuang percuma begitu saja. Buktikan bahwa wanita juga bisa mempersembahkan yang terbaik untuk bangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar