Kamis, 20 November 2014

Obesitas Pada Anak

SEJUTA ANCAMAN DIBALIK GIZI BERLEBIH PADA ANAK


Aduh lucunya! Menggemaskan!! Merupakan kata-kata yang sering kita dengar ketika melihat bayi  yang memiliki tubuh tambun bin gendut.

Itulah mindset yang masih terbentuk di benak masyarakat terutama para ibu. Ukuran berat badan bayi memang masih dijadikan tolak ukur anak tumbuh lebih sehat. Sungguh ironis memang. Padahal, faktor berat badan hanyalah satu dari faktor-faktor lainnya yang menentukan kesehatan anak secara keseluruhan. Masih banyak faktor lain yang bisa diukur seperti keseimbangan antara perkembangan motorik, bahasa, kognitif, emosional, dan sosial yang sesuai dengan usia anak. Disisi lain, anak yang terlalu gemuk berarti memiliki kelebihan lemak yang nantinya bisa menjadi bumerang bagi kesehatannya di masa depan.
Obesitas atau kegemukan diartikan sebagai penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Secara klinis obesitas  dapat secara mudah dikenali karena mempunyai tanda dan gejala yang khas antara lain wajah membulat, pipi tembem, dagu rangkap, leher relatif pendek, dada yang menggembung dengan payudara yang membesar mengandung jaringan lemak, perut membuncit dan dinding perut berlipat-lipat serta kedua tungkai umumnya berbentuk X dengan kedua pangkal paha bagian dalam saling menempel dan menyebabkan lecet.
Pada tahun 1998, WHO menyatakan, obesitas sudah dalam tingkat epidemik, dan apabila dibiarkan dapat  menjadi obesitas global dan tentunya menjadi masalah di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, jumlah anak yang mengalami obesitas terus mengalami peningkatan setiap tahun. Pada 2007, terdapat 12,2 persen dan pada 2010 menjadi 14,2 persen. Sebuah peningkatan yang cukup besar jika dilihat dalam waktu selang 3 tahun.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2010, kegemukan menimpa 14 persen balita secara nasional. Sebanyak 14,9 persen menimpa penduduk dengan pendapatan tinggi, dan 12,4 persen pada penduduk yang kekurangan secara materi. Hal ini menunjukan bahwa anak yang mengalami kegemukan tidak hanya berasal dari keluarga kaya, tapi juga dari keluarga miskin. Jika kita telaah baik-baik, dalam kasus obesitas pada anak bukan hanya jumlah asupannya yang salah, tetapi pola makannya yang salah. Pola makan yang salah, terutama disebabkan oleh asuhan orang tua memang berperan penting dalam terjadinya obesitas.
Ada beberapa faktor yang mendukung terjadinya obesitas pada anak. Salah satunya adalah masalah genetik . Masalah genetik sering dijadikan alasan penyebab obesitas pada anak. Anak yang datang dari keluarga yang rata-rata  anggota keluarganya gemuk kemungkinan besar secara genetik  akan mengalami kegemukan. Bila kedua orang tuanya gemuk, anaknya memiliki kemungkinan menjadi gemuk sekitar 80 persen. Bila salah satu yang gemuk, risiko anak menjadi gemuk sebanyak 40 persen dan hanya 7 persen bila kedua orang tuanya tidak gemuk.
            Penyebab lainnya adalah faktor psikologis. Sebagian anak ada yang makan terlalu banyak sebagai pelampiasan saat menghadapi masalah emosi, seperti stress atau kebosanan. Anak –anak seperti ini biasanya berasal dari keluarga yang memiliki kecendrungan serupa.
Sedangkan faktor lain yang juga memegang peran penting dalam munculnya obesitas pada anak adalah faktor sosial. Anak-anak terbiasa menonton tayangan televisi dengan iklan- iklan yang menawarkan makanan yang tidak sehat. Hal ini mendorong anak untuk mengkonsumsi. Iklan memang memberikan pengaruh besar pada memori anak,. Selain iklan,  orang tua memiliki andil dalam pola konsumsi makanan pada anak . Jika orang tua sejak awal telah menanamkan pola makan yang tidak sehat maka jangan salahkan anak apabila anak juga memiliki pola makan yang tidak sehat. Anak tidak bisa  disalahkan bila selalu memilih makanan junkfood, gula-gula,dan gorengan jika orang tuanya juga demikian.
Obesitas memiliki sejuta bahaya. Salah satunya adalah peningkatkan angka kejadian Diabetes Mellitus (DM) tipe 2, selain itu juga berisiko untuk menjadi obesitas pada saat dewasa dan berpotensi mengakibatkan gangguan metabolisme glukosa dan penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, penyumbatan pembuluh darah dan lain-lain. Sekumpulan penyakit yang bisa dicegah sejak awal. Sangat disayangkan bila para orang tua yang awalnya bertujaun  membuat anak “terlihat” sehat tapi pada kenyataan malah menjadikannya sarang penyakit yang sangat mengerikan di kemudain hari.
Sebuah penelitian yang dilakukan di Norwegia mengungkapkan bahwa semakin gemuk seseorang maka akan semakin sedikit vitamin D yang dapat diserap oleh tubuhnya. Padahal tidak dapat dipungkiri bahwa vitamin D sangat penting bagi setiap orang karena dapat membantu penyerapan kalsium, menyehatkan sel-sel tubuh serta menyeimbangkan sistem imunitas tubuh. Yang lebih berbahaya, kekurangan vitamin D juga akan meningkatkan kerapuhan tulang serta meningkatkan resiko jenis kanker tertentu.
Pada anak dengan obesitas dapat terjadi nafas yang pendek, hal ini  terjadi karena terdapat pembesaran kelenjar toksil (amandel) dan adenoid yang mengakibatkan tertutupnya saluran nafas atas, sehingga terjadi kekurangan oksigen dan saturasi oksigen yang rendah yang disebut Sindrom Chubby Puffer.
Selain itu, diungkapkan Dr. Nugroho Setiawan, Sp.And., obesitas pada anak mungkin saja mempengaruhi perkembangan fungsi seksualnya, terutama pada penis dan kantong buah zakar pada anak laki-laki. Anak yang memiliki masalah berat badan cenderung berisiko terhadap gangguan produksi hormon untuk fungsi seksualnya, yaitu spermatozoa dan androgen.
Kegemukan pada anak dapat  menghambat aktivitas anak . Bahkan, secara tidak langsung kegemukan pun bisa menghambat perkembangan motorik anak. Misalnya saja, seorang bayi usia 3-4 bulan harusnya sudah bisa tengkurap, tapi karena kegemukan ia baru bisa tengkurap di usia 6-7 bulan. Karena hambatan gerak pula, anak bisa menjadi bahan ejekan teman-temannya. Apalagi bila kemudian ada julukan pada dirinya yang akan mempengaruhi konsep diri si anak. Sebutan gendut, tembem, atau yang lainnya akan melekat dalam dirinya. Sehingga ia akan merasa berbeda dengan yang lain. Bisa jadi juga ia akan dijauhi teman-teman sebayanya pada saat aktivitas fisik berlangsung. Dan lambat laun akan mempengaruhi sosialisasi dengan lingkungannya.
Memang pada dasarnya anak membutuhkan energi untuk melakukan aktivitas fisik, pemeliharaan organ tubuh, dan pertumbuhan sesuai menurut usia dan berat badan. Namun, perlu diingat, energi yang dikonsumsi harus senantiasa berada di dalam keadaan yang seimbang dengan yang digunakan. Malnutrisi yang dikenal masyarakat selama ini memang hanya kurang gizi, sedangkan obesitas masih belum dianggap sebagai sesuatu yang berbahaya.  
Dengan demikian, jika terjadi obesitas pada anak orang tua perlu memperhatikan tiga hal; mengurangi masukan kalori, menambah atau meningkatkan pengeluaran energi, dan memodifikasi atau menerapkan perilaku dan pola makan anak dan keluarga. Bila ketiganya diterapkan dengan baik akan dicapai hasil penurunan berat badan yang maksimal tapi tidak berbahaya.
 Fakta telah  membuktikan bahwa kegemukanpada anak memiliki sejuta ancaman baik dari sisi kesehatan dan sosial, dan fakta juga membuktikan anak sehat tidak identik dengan gemuk, dan anak gemuk tidak identik dengan sehat. Jadi tunggu apalagi, lets changes our mindset!! Memiliki anak sehat lebih penting   bukan?

Dari Wanita Untuk Bangsa



Dalam pidatonya Bung Karno pernah mengatakan “Berikan aku sepuluh orang pemuda maka aku akan merubah dunia”,  tapi bagaimana jika kalimat tersebut kita ubah menjadi   Berikan aku sepuluh orang wanita  maka aku akan merubah dunia” . Kalau kita renungkan baik-baik kalimat tersebut dapat memberikan motivasi yang luar biasa bagi kita kaum wanita.
Ya, dilahirkan sebagai seorang wanita  adalah sebuah anugerah yang tak ternilai. Betapa tidak, perempuan adalah sosok yang memiliki peran luar biasa dalam banyak bidang. Sebagai seorang istri dan ibu, wanita memiliki banyak peran sehingga  banyak yang bisa dilakukan oleh wanita, termasuk menentukan  masa depan suatu bangsa.  
Dahulu R.A Kartini memulai usahanya dalam membangun bangsa ini dengan memperjuangkan kemerdekaan pendidikan bagi kaum wanita, kita pun seharusnya berani berfikir dan beraksi , jangan hanya selalu menuntut ini dan itu, tetapi seharusnya berpikir bagaimana mengaplikasikan  pendidikan yang telah kita dapat  selama ini dalam kehidupan nyata . Kemerdekaan pendidikan bagi kaum wanita yang telah diperjuangkan RA kartini tidak akan pernah ada artinya   jika ilmu yang telah kita dapat selama  ini  tidak dapat  berkontribusi dalam kemajuan bangsa. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah  menjadi seorang ibu yang luar biasa. Yang dari rahimnya lah muncul generasi penerus yang berkualitas.
Menjadi ibu yang luar biasa bukanlah hal yang mudah meskipun kelihatannya sepele. Tetapi Tuhan telah mempercayakannya kepada seorang hambanya yang bernama wanita . Banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi. Apalagi di era globalisasi seperti ini. Dimana ‘virus-virus’ yang bisa  meng’infeksi’ pikiran generasi muda tengah mewabah. Virus yang memang diciptakan untuk merusak para penerus bangsa. Virus yang membutukan antivirus yang kuat. Di situlah kemampuan wanita untuk menangkalnya dipertaruhkan.  Memastikan virus itu ‘pergi’ dan memunculkan pikiran positif  yang bisa membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. Selain itu, menciptakan karakter generasi muda dengan  akhlak yang baik, menumbuhkan motivasi untuk terus berprestasi , menumbuhkan rasa kebangsaan yang tinggi dan masih banyak pekerjaan rumah lain yang masih menunggu.
Generasi yang berkualitas muncul dari ibu yang berkualitas. Menjadi seorang ibu yang kreatif,inovatif dan selalu update  informasi dan teknologi adalah sebuah kunci sukses mendapatkan generasi yang berkualitas. Apakah bisa  pendidik yang tidak berkualitas menghasilkan generasi yang berkualitas.   Tentu hanya omong kosong yang tidak ada buktinya . Jadi, Jangan pernah puas dan bosan dengan ilmu yang telah kita dapatkan. Sebisa mungkin selalu mengupgrade kemampuan dengan maksimal agar kita tidak ketinggalan jaman. Agar kita bisa menjadi panutan baik yang bisa dibanggakan bagi generasi penerus kita.
Akan tetapi sekarang ini, banyak wanita yang telah meninggalkan kodratnya sebagai seorang ibu. Mereka disibukkan oleh “karir” yang  telah banyak mengubah paradigma para wanita. Menurut mereka, wanita modern adalah wanita yang memliki segudang kesibukan, memiliki strata sosial dan telah melakuakan banyak hal di luar rumah.
Mungkin banyak cerita klasik yang sering kita dengar. Anak mereka lebih senang dengan pembantu daripada dengan ibunya sendiri. Anak mereka  lebih mendengarkan pembantu daripada ibunya. Anak mereka memliki prestasi yang buruk. Anak mereka salah pergaulan, terjerat kasus narkoba dan masih banyak segudang permaslahan yang sering kita dengar.
Seharusnya mereka berpikir, mengapa hal itu bisa terjadi.  Andaikan kita mau merenung dan berpikir, mungkin uang dan harta yang telah kita berikan kepada anak-anak kita tidak cukup menggati waktu yang telah hilang. Mereka memang butuh itu, tapi mereka lebih butuh cinta dan kasih sayang kita.  Sungguh betapa sangat disayangkan jika ternyata kita hanya mendapatkan status sosial sebagai seorang wanita karir akan tetapi karir kita yang sebenarnya telah hilang. Kita tidak tahu setiap perkembangan anak kita, kita tidak tahu setiap kata-kata baru yang mulai diucapakn oleh anak kita. Sungguh betapa kita mengorbankan hal yang besar untuk hal yang kecil.
Menjadi seorang wanita karir memang penting, karena dari situ kita bisa menunjukkan eksistensi kita sebagai seorang wanita. Akan tetapi jangan pernah lupakan kodrat bahwa kodrat kita sebagai wanita adalah mendidik anak. Kartini memperjuangkan kemerdekaan pendidikan bagi juga mempunyai niat lain. Dengan kemajuan pendidikan  kaum wanita diharapkan bisa mememnculkan berjuta-juta generasi emas berkualitas karena ibunya berkualitas. Jadi wahai wanita, ambilah kesempatan emas ini, manfaatkan kerja keras kartini. Jangan smapai terbuang percuma begitu saja. Buktikan bahwa wanita juga bisa mempersembahkan yang terbaik untuk bangsa.

Rabu, 19 November 2014

Renungan Kematian

SETIAP YANG BERNYAWA PASTI MATI, SUDAH SIAPKAH KITA?????

 

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan .....” QS An Nisa: 78

 

 Sesungguhnya kita milik-Nya dan pasti akan kembali kepada-Nya. Sebuah hal yang pasti terjadi pada manusia yaitu KEMATIAN. Kita tidak pernah tahu kapan kita mati. Kita tidak tahu kapan malaikat maut menjemput. Tapi yang kita tahu bahwa hal itu PASTIi terjadi. Dan  yang mesti kita lakukan adalah selalu melakukan hal yang terbaik. Memanfaatkan waktu yang telah diberikan Allah dengan hal-hal yang bermanfaat. Agar tidak hanya terbuang sia-sia. Karena kita bener-benar tidak tahu batas waktu yang telah diberikan Allah pada kita.

 

Coba kita lihat kebelakang, apakah selama ini kita telah memanfaatkan waktu dengan baik? Apakah sholat kita sudah tepat waktu? Apakah sudah banyak waktu yang kita gunakan untuk membaca al quran? Apakah sudah sering kita lafadzkan dzikr? Apakah sudah sering kita manfaatkan untuk sholat malam? Apakah sudah kita manfaatkan untuk saling bersilaturahmi? Apakah sudah kita manfaatkan untuk membantu orag lain? Dana masih banyak pertanyaan2 yang mungkin jawabannya adalah masih sangat sedikit waktu yang telah kita gunakan untuk mendekatkan diri pada Allah

 

Astagfirllahaladzim, Astagfirllahaladzim, Astagfirllahaladzim

 

“Robbana dholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin “ 

 

Artinya : Ya Allah , kami telah mendholimi pada diri kami sendiri, jika tidak engkau ampuni kami dan merahmati kami tentulah kami menjadi orang yang rugi.

 

Demi Allah kita tidak pernah tahu waktu itu akan berakhir. Mungkin saat ini, mungkin setelah ini, mungkin nanti malam, atau lusa, sungguh kita tidak pernah tahu

 

Apakah kita sudah siap....?????? Sungguh besar dosa –dosa yang telah kita lakukan , bahkan kita tidak pernah berfikir atau mungkin hanya dalam angan untuk bertaubat , tapi pembuktian mungkin masih 0,000001 persen , yang ada dipikiran kita hanyalah dunia, dunia dan dunia, dunia memang penting kawan, tetapi sukses dunia akhirat jauh lebih menyenangkan bukan????

Bukan Sekedar Mengasah Ilmu, Tapi Juga Mengasah Hati

Catatan Koass Forensik


"Forensik", apa yang ada dalam benak kita jika mendengar kata tersebut?

1. kata yang sering kita dengar jika melihat berita-berita kriminal

2. laboratorium yang tidak banyak "tekanan" sehingga disukai para koass

3. Berhubungan dengan jenazah, penggalian kubur???

4. Kamar jenazah


Iya semua itu berhubungan dengan laboratorium forensik. Forensik memiliki nama lengkap Ilmu Kedokteran Forensik.Biasanya seorang koass menjalani rotasi klinik selama 4 minggu atau 28 hari.  Pertanyaannya mengapa dokter harus belajar ilmu forensik?

 

Sebelum menjawab pertanyaan di atas maka kita perlu mengenal tentang forensik terlebih dahulu.

Forensik adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari ilmu yang dapat digunakan untuk membantu proses peradilan atau menegakkan keadilan. 

Hal ini meliputi pemeriksaan benda benda dan bukti tindak pidana khususnya yang berkaiatan dengan korban manusia: korban hidup, korban mati dan sisa bagian tubuh.Jadi forensik ini berperan dalam bidang hukum dan medis.


lalu mengapa dokter harus belajar forensik? 

seperti yang kita tahu bahwa selain memberikan pelayanan kesehatan dokter juga berperan sebagai pelayanan masyarakat dalam bidang hukum. Ilmu Kedokteran Forensik ini diberikan atas dasar kebutuhan, tidak hanya berperan dalam pelayanan kesehatan tapi juga pelayanan hukum. Oleh karena itu dokter perlu dibekali Ilmu Kedokteran Forensik.

 

Ilmu Kedokteran Forensik ini diperlukan untuk menegakkan kebenaran atau kepastian hukum dengan melakukan analisa ilmiah pada kejahatan yang menyangkut manusia. Dalam kasus ini  IKF membantu lebih banyak saksi diam. 

 

Saksi diam meliputi : 

a. Tubuh manusia yang mengalami kekerasan

b. alat atau senjata yang dipakai melakukan kekerasan atau kejahatan

c. Jejas atau bekas yang ditinggalkan oleh pelaku

d. Benda benda yang terbawa pelaku

Saksi diam yang diungkapkan oleh Ilmu Kedokteran dapat menjadi saksi yang sesungguhnya sesungguhnya setelah diungkap oleh IKF.

 

Sumbangan bidang kedokteran dalam proses peradilan

1. Sumbangan wajib : yang diminta pasal-pasal hukum

2. Sumbangan sukarela : yang kita tambahkan, mungkin berkaitan dengan misal bayi mati, ingin tahu apakah bayi ini lahir mati atau begitu lahir langsung dibunuh, berapa lama hidupnya, ini sumbangan wajib, sumbangan sukarela kita tambahkan kemungkinan viabilitas hidup diluar kandungan

Seorang dokter muda atau koass memiliki beberapa kompetensi harus dicapai di laboratorium ini.

 

Umum:

1. Memahami bahwa disamping tugas pokok dalam pelayanan kesehatan, maka seorang dokter mempunyai tugas dalam membantu proses peradilan.

2. Memahami tugas-tugas pokok Kedokteran Forensik dalam membantu proses peradilan

3. Mampu melaksanakan tugas-tugas pokok Kedokteran Forensik dalam rangka membantu proses peradilan sesuai dengan kaidah yang ada

4.Mampu memberikan penjelasan pada masyarakat dan pejabat pejabat instansi terkait tentang tugas-tugas pokok kedokteran forensik

 

Khusus :

1. Ketrampilan komunikasi : mampu menjelaskan kepentingan pemeriksaan forensik terutam otopsi pada keluarag sehingga mendapat persetujuan dari keluarga

2.  Ketrampilan khusus : mampu mebuat visum et repertum yang baik dan benar, mengetahui syarat syarat dan mampu menyiapakn perlengakapan perlatan sebelum melakukan otopsi. Dapat melakukan otopsi sesuai dengan teknik yang benar dengan prosedur standart dibawah bimbingan dosen pembimbing

3. Kemampuan akademik : mampu mengidentifikasi masalah atau kejadian kriminal

 

Selain belajar ilmu, di lab ini kita juga belajar mengasah hati, mengingat "kematian"

Mungkin setiap hari kita akan melihat jenazah. Jenazah seseorang yang mungkin tadi pagi mereka masih sempat sarapan, masih melakukan aktivitas yang sama dengan kita.Tapi sekarang mereka telah terbujur kaku, dengan mata yang terpejam, dengan beberapa lebam mayat, dengan simbahan darah (jika meninggal karena trauma). Kita tidak pernah tahu kapan kematian akan menjemput.api


Mungkin jika sebelumnya koass (terutama saya) sudah menganggap kematian adalah hal yang biasa, dan hal yang sangat wajar, tidak ada rasa sedikitpun yang mnggetarkan bahwa kematian itu dekat, tapi di lab ini perasaan itu sangat terasa, kita bisa menjemput kematian dengan cara apapun dan kapanpun.



Selasa, 18 November 2014

Bahagia itu.....

Bahagia itu sederhana, ada pada setiap hati hamba-Nya yang bersyukur

Sering kita mencari kebahagiaan, sungguh bahagia dekat, asal kita mau bersyukur atas setiap nikmat yang Allah berikan


Nikmat itu bukan hanya duit banyak, makan enak, tapi nikmat itu juga dapat berupa nikmat sehat, yang sering terlupakan begitu saja


Bisa melihat kebesaran Allah, bisa melihat birunya air, bisa melihat indahnya rembulan, bisa melihat hijaunnya sawah, sungguh betapa luar biasanya nikmat berupa mata yang sehat


Bisa mendengarkan kicauan burung, bisa mendengarakan coleteh anak kecil, bisa mendengarkan adzan dan lantunan suci ayat alqur'an sungguh betapa besar nikmat memiliki telinga yang sehat


Bisa bernafas dengan gratis tanpa harus membayar tabung tabung oksigen sungguh betapa indah nikmat sehat itu


Memang sebagai hamba kita sering kurang bersyukur
Selalu kurang kurang dan kurang....
Sering melupakan nikmat kecil yang sesungguhnya kita renungkan betapa besar nikmat itu......

 

Sungguh bahagia itu dekat, asal kita "BERSYUKUR"

 

 "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. 14:7)

 

Mari belajar menjadi hamba yang pandai bersyukur...