Jumat, 28 Oktober 2016

REVIEW BUKU PARENTING

Berawal dari niat untuk belajar menjadi ibu yang baik untuk anak anaknya, saya belajar banyak hal. Hal yang pertama yang bisa saya lakukan adalah belajar ilmu cara mendidik anak yang baik. Iya ilmu cara mendidik anak atau istilah gaulnya adalah ilmu parenting.

Belakangan ini memang kayaknya sedang booming ilmu parenting yang bisa kita lihat baik di medsos seperti fb maupun buku2 parenting yang banyak bermunculan di toko buku. Hal ini mungkin di latarbelakangi oleh meningkatnya kesadaran calon atau yang sudah menjadi orang tua untuk bisa melahirkan generasi yang baik.

Berikut saya akan mereview buku parenting yang telah saya baca semoga bermanfaat.

1. Pregnancy Baby Book
Buku terjemahan ini saya beli di Gramedia. Buku dengan sampul hard cover ini menarik minat baca saya untuk belajar tentang tahap tahap perkembangan selama kehamilan. Banyak hal baru yang saya dapat dari buku ini. Bagaimana perkembangan organ janin tiap minggunya, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama kehamilan dan masih banyak lagi. Ini adalah foto penampakannya.
Overall buku ini bermanfaat bagi kita yang sedang belajar tentang kehamilan dan pengasuhan anak sampai 3 tahun.
 

2. Buku kedua yang saya beli adalah ISLAMIC PARENTING karya syaikh Jamal Abdurohman Pendidikan Anak Metode Nabi. Dalam buku ini dijelaskan tentang mendidikan anak mulai usia 0-3 tahun sampai usia pra Nikah. Banyak hal yang saya dapat dari buku ini. Terutama di pendidikan anak udia 0-3 tahun. Bagaimana nabi mendidik putra putrinya, dan hal hal yg dicontohkan nabi dalam mendidik anak. Bermula dari dalam rahim, doa doa yang diajarkan nabi dijabarkan dalam buku ini, apa apa yang harusdilakukan  sesaat setelah bayi lahir seperti mentahnik bayi, mengadzankan bayi, aqiqah dsb.
Overall buku ini bagus dan bermanfaat untuk belajar mendidik anak ala nabi.
 

3. Buku selanjutnya adalah ANTI PANIK MENGASUH BAYI 0-3 tahun
Buku ini saya beli di gramedia secara tidak sengaja. Karena dari sampulnya sudah menarik. Dan ternyata isinya jauh lebih menarik. Buku ini berisikan masalah masalah sederhana yang sering dialami ibu ibu muda atau ibu ibu pemula dalam mengasuh bayi. Sya suka buku ini karena kalimatnya sederhana, banyak kasus yg diilustrasikan dengan gambar, sehingga ketika kita  membaca buku ini kita jadi bisa membayangkan apa yang terjadi dan apa yang harusnya di lakukan tanpa harus panik. Selain itu dalam buku ini juga dijelaskan dengan bahasa yang sederhana solusi dari masalah masalah terkait pengasuhan anak 0-3 tahun.
Nice book dan sangat recommended untuk dibeli.
 

4. Sebuah buku yang agak berat isinya tapi benar2 menyadarkan saya tentang prinsip prinsip pengasuhan anak ditilik dari ilmu psikologi: THE SECRET OF ENLIGHTENING PARENTING. Buku ini menyajikan hal hal yang menyangkut tentang psikologi anak dan dikaitkan dengan Quran dan Hadist. Selain itu juga dijelaskan tentang perkembangan psikologi anak secara detail dan hal hal yang harus dilakukan untuk mengoptimalkannya. Cara menegur yang efektif dan cara memuji yang efektif juga dijelaskan dalam buku ini. Dan yang paling penting adalah buku ini dilengkapi dengan kisah nyata yang inspiratif dalam menyeleseikan masalah dalam pengasuhan anak. Buku yang recommended untuk dibeli.

Jumat, 04 Maret 2016

Secercah Motivasi dari Buku NOTED FROM QATAR 2

Udah lama banget gak nulis blog karena berbagai macam faktor  kesibukan tapi faktor yang paling dominan mungkin faktor males hehhehe

Setelah lama berada di comfort zone, mulai dari selsei koass, nunggu jadwal wisuda, smpai menanti panggilan internship mungkin hampir setahun udah jarang bgt baca buku motivasi, biasanya cuma buka MIMS nyari merek obat, baca2 status orang di fb ( yang ini emang gak penting banget tapi kadang2 menghibur kalo lagi sumpek bingung mau ngapain), baca baca instagram ( mantengin onlineshop sama akunnya artis enggak bangt kan kwkkwkw) intinya waktu satu tahun terakhir kemarin bener2 useless, emang bener kalo ada pepatah waktu luang itu bagaikan mata pedang, jika kamu bisa menggunakannya, kamu dapat manfaat, kalo gak bisa ya bisa ketusuk itu sama.mata pedangnya, wasting time banget, seharian cuma goler goler diatas kasur, onlen onlen, baca status oramg di fb, nonton tivi, tdur gtu aja kegiatannya.

Eh kemarin gak tau kenapa, pas mau pulang ke Blitar naik kereta, tangan ini gatel banget pengin bawa buku bacaan, maklumlah naik kereta dari solo ke Blitar sendirian, mau ngapain coba di kereta, kalo cuma mau buka2 fb ma instagram kayanya bosen banget, ya akhirnya bawa deh buku NOTED FROM QATAR 2 punya suami yg digeletakin di meja kamar hihihi sebagai teman perjalanan

Dan tara raraa....
Alhasil sepanjang perjalanan aku baca buku ini, dan saat membaca buku ini lembar demi lembar menohok diriku banget, jiwa ini kaya diinjek2 hehehe alay banget kan, tambah nyesel aja setahun ini waktu gak.di manfaatin dengan baik. Banyak quote yang penulis buat, pas banget buat diriku saat ini, dan hal hal yang mungkin patut di share adalah tips dari penulis buku yaitu muhammad assad dalam membuat  resolusi.

Jadi apasih resolusi? Resolusi adalah target,  cita cita, harapan atau janji yang ingin dilaksanakan selama setahun kedepan. Resolusi memang biasanya dibuat setiap tahun agar memudahkan dalam proses mencapainya.

Berikut adalah 10 tips untuk membuat resolusi:
1. Baca "Bismillah" dengan penuh keyakinan
Sesuai dengan sabda Rasul "Setiap pekerjaan yang dimulai dengan 'bismillah' akan mendapatkan keberkahan dan pertolongan Allah SWT"
2. SMART ORIENTED
Spesific : menentukan target spesifik dan sejelas jelasnya
Measurable : fokus untuk menentukan suatu tujuan terukur yang dapat membantu kita memonitor apakah hal hal yang sudah kita lakukan sudah sesuai dengan target kita di awal
Achivable : berpikir rasional dalam menentukan resolusi
Relevant : kurang lebih sama dengan achivable dimna kita menentukan suatu resolusi dengan realistik dan melihat kemampuan diri sendiri secara jujur
Time-bound : mengukur suatu pencapaian dalam batas waktu tertentu
3. Tulis semua resolusi dalam sebuah catatan
Tulislah resolusi lalu tempel di tempat tempat yang sering kita lirik misalkan tembok, meja belajar, atau tempat tidur
4. Visualisasikan resolusi
5. Buat target yang realistis, tidak perlu banyak banyak, cukup 3-5
6. Buat daftar prioritas
7. Cari pengawas Resolusi Anda
Suatu resolusi akan lebih mudah tercapai jika kita punya pengawas, bisa teman baik, teman dekat, suami saudara, orang tua dan lain2
8. Catat setiap keberhasilan dan rayakan!
9. Ciptakan lingkungan yang mendukung pencapain resolusi Anda
10. Menjalani resolusi dengan oebuh komitmen

Secercah Motivasi dari Buku NOTED FROM QATAR 2

Udah lama banget gak nulis blog karena berbagai macam faktor  kesibukan tapi faktor yang paling dominan mungkin faktor males hehhehe

Setelah lama berada di comfort zone, mulai dari selsei koass, nunggu jadwal wisuda, smpai menanti panggilan internship mungkin hampir setahun udah jarang bgt baca buku motivasi, biasanya cuma buka MIMS nyari merek obat, baca2 status orang di fb ( yang ini emang gak penting banget tapi kadang2 menghibur kalo lagi sumpek bingung mau ngapain), baca baca instagram ( mantengin onlineshop sama akunnya artis enggak bangt kan kwkkwkw) intinya waktu satu tahun terakhir kemarin bener2 useless, emang bener kalo ada pepatah waktu luang itu bagaikan mata pedang, jika kamu bisa menggunakannya, kamu dapat manfaat, kalo gak bisa ya bisa ketusuk itu sama.mata pedangnya, wasting time banget, seharian cuma goler goler diatas kasur, onlen onlen, baca status oramg di fb, nonton tivi, tdur gtu aja kegiatannya.

Eh kemarin gak tau kenapa, pas mau pulang ke Blitar naik kereta, tangan ini gatel banget pengin bawa buku bacaan, maklumlah naik kereta dari solo ke Blitar sendirian, mau ngapain coba di kereta, kalo cuma mau buka2 fb ma instagram kayanya bosen banget, ya akhirnya bawa deh buku NOTED FROM QATAR 2 punya suami yg digeletakin di meja kamar hihihi sebagai teman perjalanan

Dan tara raraa....
Alhasil sepanjang perjalanan aku baca buku ini, dan saat membaca buku ini lembar demi lembar menohok diriku banget, jiwa ini kaya diinjek2 hehehe alay banget kan, tambah nyesel aja setahun ini waktu gak.di manfaatin dengan baik. Banyak quote yang penulis buat, pas banget buat diriku saat ini, dan hal hal yang mungkin patut di share adalah tips dari penulis buku yaitu muhammad assad dalam membuat  resolusi.

Jadi apasih resolusi? Resolusi adalah target,  cita cita, harapan atau janji yang ingin dilaksanakan selama setahun kedepan. Resolusi memang biasanya dibuat setiap tahun agar memudahkan dalam proses mencapainya.

Berikut adalah 10 tips untuk membuat resolusi:
1. Baca "Bismillah" dengan penuh keyakinan
Sesuai dengan sabda Rasul "Setiap pekerjaan yang dimulai dengan 'bismillah' akan mendapatkan keberkahan dan pertolongan Allah SWT"
2. SMART ORIENTED
Spesific : menentukan target spesifik dan sejelas jelasnya
Measurable : fokus untuk menentukan suatu tujuan terukur yang dapat membantu kita memonitor apakah hal hal yang sudah kita lakukan sudah sesuai dengan target kita di awal
Achivable : berpikir rasional dalam menentukan resolusi
Relevant : kurang lebih sama dengan achivable dimna kita menentukan suatu resolusi dengan realistik dan melihat kemampuan diri sendiri secara jujur
Time-bound : mengukur suatu pencapaian dalam batas waktu tertentu
3. Tulis semua resolusi dalam sebuah catatan
Tulislah resolusi lalu tempel di tempat tempat yang sering kita lirik misalkan tembok, meja belajar, atau tempat tidur
4. Visualisasikan resolusi
5. Buat target yang realistis, tidak perlu banyak banyak, cukup 3-5
6. Buat daftar prioritas
7. Cari pengawas Resolusi Anda
Suatu resolusi akan lebih mudah tercapai jika kita punya pengawas, bisa teman baik, teman dekat, suami saudara, orang tua dan lain2
8. Catat setiap keberhasilan dan rayakan!
9. Ciptakan lingkungan yang mendukung pencapain resolusi Anda
10. Menjalani resolusi dengan oebuh komitmen

Kamis, 03 Maret 2016

Akhirnya Internship Mulai Juga....

Setelah menunggu satu tahun setelah lulus dari fakuktas kedokteran dengan gelar dokter, akhirnya perjalanan panjang untuk menjadi dokter yang seutuhnya dimulai, hari ini jumat 4 maret 2016 internship jawa timur resmi di mulai.
Kegiatan awalnya adalah pembekalan. Tahun ini pembekalan diadakan di hotel mercure surabaya, padahal tahun kemarin, gelombang 4 tahun 2015, pembekalan dilakukan di dinkes jawa timur, ya mungkin rejeki dokter internship tahun ini ya bisa pembekalan di hotel biar gak panas. Bahkan aku inget dulu RI (rahasia internal) temen temen gelombang 4 pas lagi pembekalan adalah bawa kipas hehehe, saking panasnya udara, dan mungkin waktu itu pesertanya juga banyak jadi tambah engap

Sesuai rundown, acaranya dimulai dari jam 8 pagi, tapi molor smpe jam stgah 9, acara untuk pembekalan internship ini mulai jam 8 pagi smpe jam 9 malam, wkwkkwkw tapi lebih banyak ishoma sma coffebreak hehehee, pdahal gelombang sebelumnya cuma sampe jam 1. Ini rundown acara buat pembekalan internship gelombang pertama 2016.

Selesai pembekalan kita mendapatkan jatah akomodasi menginap di hotel selama 1 malam (rejeki peserta internship tahun ini memang hehehhee)

Setelah itu kita berangkat ke wahana masing masing. Untuk wahana ku di RS Karsa Husada Batu Jawa Timur baru berangkat tanggal 7 Maret 2016, jadi sebelum ke wahana pulang kampung dulu yuuksss hehehee...

Sampai jumpa di cerita internship selanjutanya....

Semoga awal yang baik ini menjadi awal dari kebaikan hari hari selanjutnya.....Amiiinn

Sabtu, 07 Maret 2015

10 NASIHAT IMAM HASAN AL BANNA

1. Apabila mendengar azan maka bangunlah sembahyang serta-merta walau bagaimana keadaan sekalipun.

2. Bacalah al-Quran, tatapilah buku-buku ilmu, pergilah ke majlis-majlis ilmu, dan amalkanlah zikrullah dan janganlah membuang masa dalam perkara yang tiada memberi faedah.

3. Berusahalah untuk bertutur dalam bahasa Arab Fushah kerana bahasa Arab yang betul itu adalah syiar Islam.

4. Janganlah bertengkar dalam apa-apa perkara sekalipun kerana pertengkaran yang kosong tiada memberi apa-apa jua kebaikan.

5. Janganlah banyak ketawa kerana hati yang sentiasa berhubung dengan Allah itu sentiasa tenang lagi tenteram.

6. Janganlah banyak bergurau kerana umat yang sedang berjuang itu tidak mengerti melainkan bersungguh-sungguh dalam setiap perkara.

7. Janganlah bercakap lebih nyaring daripada kadar yang dikehendaki oleh pendengar kerana percakapan yang nyaring itu adalah suatu perbuatan yang sia-sia malah menyakiti hati orang.

8. Jauhilah daripada mengumpat-umpat peribadi orang, mengecam pertubuhan-pertubuhan, dan janganlah bercakap melainkan apa- apa yang memberi kebajikan.

9. Berkenal-kenalanlah dengan setiap Muslim yang ditemui kerana asas gerakan dakwah ialah berkenal-kenalan dan berkasih-sayang.

10. Kewajipan-kewajipan kita lebih banyak daripada masa yang ada pada kita, oleh itu gunakanlah masa dengan sebaik-baiknya dan ringkaskanlah perlaksanaannya.

Kamis, 20 November 2014

Obesitas Pada Anak

SEJUTA ANCAMAN DIBALIK GIZI BERLEBIH PADA ANAK


Aduh lucunya! Menggemaskan!! Merupakan kata-kata yang sering kita dengar ketika melihat bayi  yang memiliki tubuh tambun bin gendut.

Itulah mindset yang masih terbentuk di benak masyarakat terutama para ibu. Ukuran berat badan bayi memang masih dijadikan tolak ukur anak tumbuh lebih sehat. Sungguh ironis memang. Padahal, faktor berat badan hanyalah satu dari faktor-faktor lainnya yang menentukan kesehatan anak secara keseluruhan. Masih banyak faktor lain yang bisa diukur seperti keseimbangan antara perkembangan motorik, bahasa, kognitif, emosional, dan sosial yang sesuai dengan usia anak. Disisi lain, anak yang terlalu gemuk berarti memiliki kelebihan lemak yang nantinya bisa menjadi bumerang bagi kesehatannya di masa depan.
Obesitas atau kegemukan diartikan sebagai penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Secara klinis obesitas  dapat secara mudah dikenali karena mempunyai tanda dan gejala yang khas antara lain wajah membulat, pipi tembem, dagu rangkap, leher relatif pendek, dada yang menggembung dengan payudara yang membesar mengandung jaringan lemak, perut membuncit dan dinding perut berlipat-lipat serta kedua tungkai umumnya berbentuk X dengan kedua pangkal paha bagian dalam saling menempel dan menyebabkan lecet.
Pada tahun 1998, WHO menyatakan, obesitas sudah dalam tingkat epidemik, dan apabila dibiarkan dapat  menjadi obesitas global dan tentunya menjadi masalah di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, jumlah anak yang mengalami obesitas terus mengalami peningkatan setiap tahun. Pada 2007, terdapat 12,2 persen dan pada 2010 menjadi 14,2 persen. Sebuah peningkatan yang cukup besar jika dilihat dalam waktu selang 3 tahun.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2010, kegemukan menimpa 14 persen balita secara nasional. Sebanyak 14,9 persen menimpa penduduk dengan pendapatan tinggi, dan 12,4 persen pada penduduk yang kekurangan secara materi. Hal ini menunjukan bahwa anak yang mengalami kegemukan tidak hanya berasal dari keluarga kaya, tapi juga dari keluarga miskin. Jika kita telaah baik-baik, dalam kasus obesitas pada anak bukan hanya jumlah asupannya yang salah, tetapi pola makannya yang salah. Pola makan yang salah, terutama disebabkan oleh asuhan orang tua memang berperan penting dalam terjadinya obesitas.
Ada beberapa faktor yang mendukung terjadinya obesitas pada anak. Salah satunya adalah masalah genetik . Masalah genetik sering dijadikan alasan penyebab obesitas pada anak. Anak yang datang dari keluarga yang rata-rata  anggota keluarganya gemuk kemungkinan besar secara genetik  akan mengalami kegemukan. Bila kedua orang tuanya gemuk, anaknya memiliki kemungkinan menjadi gemuk sekitar 80 persen. Bila salah satu yang gemuk, risiko anak menjadi gemuk sebanyak 40 persen dan hanya 7 persen bila kedua orang tuanya tidak gemuk.
            Penyebab lainnya adalah faktor psikologis. Sebagian anak ada yang makan terlalu banyak sebagai pelampiasan saat menghadapi masalah emosi, seperti stress atau kebosanan. Anak –anak seperti ini biasanya berasal dari keluarga yang memiliki kecendrungan serupa.
Sedangkan faktor lain yang juga memegang peran penting dalam munculnya obesitas pada anak adalah faktor sosial. Anak-anak terbiasa menonton tayangan televisi dengan iklan- iklan yang menawarkan makanan yang tidak sehat. Hal ini mendorong anak untuk mengkonsumsi. Iklan memang memberikan pengaruh besar pada memori anak,. Selain iklan,  orang tua memiliki andil dalam pola konsumsi makanan pada anak . Jika orang tua sejak awal telah menanamkan pola makan yang tidak sehat maka jangan salahkan anak apabila anak juga memiliki pola makan yang tidak sehat. Anak tidak bisa  disalahkan bila selalu memilih makanan junkfood, gula-gula,dan gorengan jika orang tuanya juga demikian.
Obesitas memiliki sejuta bahaya. Salah satunya adalah peningkatkan angka kejadian Diabetes Mellitus (DM) tipe 2, selain itu juga berisiko untuk menjadi obesitas pada saat dewasa dan berpotensi mengakibatkan gangguan metabolisme glukosa dan penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, penyumbatan pembuluh darah dan lain-lain. Sekumpulan penyakit yang bisa dicegah sejak awal. Sangat disayangkan bila para orang tua yang awalnya bertujaun  membuat anak “terlihat” sehat tapi pada kenyataan malah menjadikannya sarang penyakit yang sangat mengerikan di kemudain hari.
Sebuah penelitian yang dilakukan di Norwegia mengungkapkan bahwa semakin gemuk seseorang maka akan semakin sedikit vitamin D yang dapat diserap oleh tubuhnya. Padahal tidak dapat dipungkiri bahwa vitamin D sangat penting bagi setiap orang karena dapat membantu penyerapan kalsium, menyehatkan sel-sel tubuh serta menyeimbangkan sistem imunitas tubuh. Yang lebih berbahaya, kekurangan vitamin D juga akan meningkatkan kerapuhan tulang serta meningkatkan resiko jenis kanker tertentu.
Pada anak dengan obesitas dapat terjadi nafas yang pendek, hal ini  terjadi karena terdapat pembesaran kelenjar toksil (amandel) dan adenoid yang mengakibatkan tertutupnya saluran nafas atas, sehingga terjadi kekurangan oksigen dan saturasi oksigen yang rendah yang disebut Sindrom Chubby Puffer.
Selain itu, diungkapkan Dr. Nugroho Setiawan, Sp.And., obesitas pada anak mungkin saja mempengaruhi perkembangan fungsi seksualnya, terutama pada penis dan kantong buah zakar pada anak laki-laki. Anak yang memiliki masalah berat badan cenderung berisiko terhadap gangguan produksi hormon untuk fungsi seksualnya, yaitu spermatozoa dan androgen.
Kegemukan pada anak dapat  menghambat aktivitas anak . Bahkan, secara tidak langsung kegemukan pun bisa menghambat perkembangan motorik anak. Misalnya saja, seorang bayi usia 3-4 bulan harusnya sudah bisa tengkurap, tapi karena kegemukan ia baru bisa tengkurap di usia 6-7 bulan. Karena hambatan gerak pula, anak bisa menjadi bahan ejekan teman-temannya. Apalagi bila kemudian ada julukan pada dirinya yang akan mempengaruhi konsep diri si anak. Sebutan gendut, tembem, atau yang lainnya akan melekat dalam dirinya. Sehingga ia akan merasa berbeda dengan yang lain. Bisa jadi juga ia akan dijauhi teman-teman sebayanya pada saat aktivitas fisik berlangsung. Dan lambat laun akan mempengaruhi sosialisasi dengan lingkungannya.
Memang pada dasarnya anak membutuhkan energi untuk melakukan aktivitas fisik, pemeliharaan organ tubuh, dan pertumbuhan sesuai menurut usia dan berat badan. Namun, perlu diingat, energi yang dikonsumsi harus senantiasa berada di dalam keadaan yang seimbang dengan yang digunakan. Malnutrisi yang dikenal masyarakat selama ini memang hanya kurang gizi, sedangkan obesitas masih belum dianggap sebagai sesuatu yang berbahaya.  
Dengan demikian, jika terjadi obesitas pada anak orang tua perlu memperhatikan tiga hal; mengurangi masukan kalori, menambah atau meningkatkan pengeluaran energi, dan memodifikasi atau menerapkan perilaku dan pola makan anak dan keluarga. Bila ketiganya diterapkan dengan baik akan dicapai hasil penurunan berat badan yang maksimal tapi tidak berbahaya.
 Fakta telah  membuktikan bahwa kegemukanpada anak memiliki sejuta ancaman baik dari sisi kesehatan dan sosial, dan fakta juga membuktikan anak sehat tidak identik dengan gemuk, dan anak gemuk tidak identik dengan sehat. Jadi tunggu apalagi, lets changes our mindset!! Memiliki anak sehat lebih penting   bukan?

Dari Wanita Untuk Bangsa



Dalam pidatonya Bung Karno pernah mengatakan “Berikan aku sepuluh orang pemuda maka aku akan merubah dunia”,  tapi bagaimana jika kalimat tersebut kita ubah menjadi   Berikan aku sepuluh orang wanita  maka aku akan merubah dunia” . Kalau kita renungkan baik-baik kalimat tersebut dapat memberikan motivasi yang luar biasa bagi kita kaum wanita.
Ya, dilahirkan sebagai seorang wanita  adalah sebuah anugerah yang tak ternilai. Betapa tidak, perempuan adalah sosok yang memiliki peran luar biasa dalam banyak bidang. Sebagai seorang istri dan ibu, wanita memiliki banyak peran sehingga  banyak yang bisa dilakukan oleh wanita, termasuk menentukan  masa depan suatu bangsa.  
Dahulu R.A Kartini memulai usahanya dalam membangun bangsa ini dengan memperjuangkan kemerdekaan pendidikan bagi kaum wanita, kita pun seharusnya berani berfikir dan beraksi , jangan hanya selalu menuntut ini dan itu, tetapi seharusnya berpikir bagaimana mengaplikasikan  pendidikan yang telah kita dapat  selama ini dalam kehidupan nyata . Kemerdekaan pendidikan bagi kaum wanita yang telah diperjuangkan RA kartini tidak akan pernah ada artinya   jika ilmu yang telah kita dapat selama  ini  tidak dapat  berkontribusi dalam kemajuan bangsa. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah  menjadi seorang ibu yang luar biasa. Yang dari rahimnya lah muncul generasi penerus yang berkualitas.
Menjadi ibu yang luar biasa bukanlah hal yang mudah meskipun kelihatannya sepele. Tetapi Tuhan telah mempercayakannya kepada seorang hambanya yang bernama wanita . Banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi. Apalagi di era globalisasi seperti ini. Dimana ‘virus-virus’ yang bisa  meng’infeksi’ pikiran generasi muda tengah mewabah. Virus yang memang diciptakan untuk merusak para penerus bangsa. Virus yang membutukan antivirus yang kuat. Di situlah kemampuan wanita untuk menangkalnya dipertaruhkan.  Memastikan virus itu ‘pergi’ dan memunculkan pikiran positif  yang bisa membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. Selain itu, menciptakan karakter generasi muda dengan  akhlak yang baik, menumbuhkan motivasi untuk terus berprestasi , menumbuhkan rasa kebangsaan yang tinggi dan masih banyak pekerjaan rumah lain yang masih menunggu.
Generasi yang berkualitas muncul dari ibu yang berkualitas. Menjadi seorang ibu yang kreatif,inovatif dan selalu update  informasi dan teknologi adalah sebuah kunci sukses mendapatkan generasi yang berkualitas. Apakah bisa  pendidik yang tidak berkualitas menghasilkan generasi yang berkualitas.   Tentu hanya omong kosong yang tidak ada buktinya . Jadi, Jangan pernah puas dan bosan dengan ilmu yang telah kita dapatkan. Sebisa mungkin selalu mengupgrade kemampuan dengan maksimal agar kita tidak ketinggalan jaman. Agar kita bisa menjadi panutan baik yang bisa dibanggakan bagi generasi penerus kita.
Akan tetapi sekarang ini, banyak wanita yang telah meninggalkan kodratnya sebagai seorang ibu. Mereka disibukkan oleh “karir” yang  telah banyak mengubah paradigma para wanita. Menurut mereka, wanita modern adalah wanita yang memliki segudang kesibukan, memiliki strata sosial dan telah melakuakan banyak hal di luar rumah.
Mungkin banyak cerita klasik yang sering kita dengar. Anak mereka lebih senang dengan pembantu daripada dengan ibunya sendiri. Anak mereka  lebih mendengarkan pembantu daripada ibunya. Anak mereka memliki prestasi yang buruk. Anak mereka salah pergaulan, terjerat kasus narkoba dan masih banyak segudang permaslahan yang sering kita dengar.
Seharusnya mereka berpikir, mengapa hal itu bisa terjadi.  Andaikan kita mau merenung dan berpikir, mungkin uang dan harta yang telah kita berikan kepada anak-anak kita tidak cukup menggati waktu yang telah hilang. Mereka memang butuh itu, tapi mereka lebih butuh cinta dan kasih sayang kita.  Sungguh betapa sangat disayangkan jika ternyata kita hanya mendapatkan status sosial sebagai seorang wanita karir akan tetapi karir kita yang sebenarnya telah hilang. Kita tidak tahu setiap perkembangan anak kita, kita tidak tahu setiap kata-kata baru yang mulai diucapakn oleh anak kita. Sungguh betapa kita mengorbankan hal yang besar untuk hal yang kecil.
Menjadi seorang wanita karir memang penting, karena dari situ kita bisa menunjukkan eksistensi kita sebagai seorang wanita. Akan tetapi jangan pernah lupakan kodrat bahwa kodrat kita sebagai wanita adalah mendidik anak. Kartini memperjuangkan kemerdekaan pendidikan bagi juga mempunyai niat lain. Dengan kemajuan pendidikan  kaum wanita diharapkan bisa mememnculkan berjuta-juta generasi emas berkualitas karena ibunya berkualitas. Jadi wahai wanita, ambilah kesempatan emas ini, manfaatkan kerja keras kartini. Jangan smapai terbuang percuma begitu saja. Buktikan bahwa wanita juga bisa mempersembahkan yang terbaik untuk bangsa.